Anak Pencari Rongsok Mahasiswa UNS Solo Ini Bergelimang Prestasi Dunia

anak-pencari-rongsok-mahasiswa-uns-solo-ini-bergelimang-prestasi-dunia

♛ barb3ta

SOLO – Rasa percaya diri terpancar dari wajah Juli Purnomo saat ditemui di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Dia adalah Mahasiswa Berprestasi Utama dari UNS pada 2015 yang diwisuda Sabtu (3/9/2016).

Segudang prestasi ditorehkan mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian ini. Berasal dari Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas ini, Juli terlahir dari keluarga tidak mampu.

”Ayah dan ibu saya hanya lulusan SD [sekolah dasar]. Jujur saja, orang tua saya merasa terbebani ketika anaknya ini akan melanjutkan kuliah. Sebab untuk biaya hidup sehari-hari mereka sudah banting tulang,” tutur dia.

Setiap hari ayahnya mencari nafkah dengan mengumpulkan barang-barang bekas atau rongsokan dengan para tetangga. Ibunya membantu menimbang dan memilih barang-barang tersebut. Kakak sulungnya, selepas lulus sekolah menengah kejuruan (SMK), tidak bisa melanjutkan kuliah dan memilih bekerja. Sedangkan adiknya, masih di bangku SMK.

”Waktu itu saya ikut SBMPTN [Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional] dan mendaftar sebagai peserta Bidikmisi. Alhamdulilah, meskipun bukan pilihan pertama, saya berhasil diterima di Prodi Agribisnis UNS dan sebagai penerima beasiswa Bidikmisi,” katanya.

Juli sempat kurang yakin saat awal menjadi mahasiswa UNS. Dalam SBMPTN, Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai pilihan pertama dan Sistem Informasi Universitas Indonesia (UI) pilihan kedua. Tahun kedua, Juli mencoba lagi ikut seleksi masuk ke UI dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Lagi-lahgi dia gagal.

Negeri 5 Menara

Juli akhirnya mantap menempuh pendidikan di UNS. Bukan yang paling pintar, tapi yang paling bersungguh-sungguh. Salah satu kalimat motivasi dari Ahmad Fuadi, penulis novel Trilogi 5 Menara, menjadi pelecut semangatnya.

”Saya harus bisa memanfaatkan kesempatan emas merasakan pendidikan di perguruan tinggi ini seoptimal mungkin. Hal ini karena menjadi penerima beasiswa Bidikmisi merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang harus dibuktikan dengan kontribusi, pengabdian, dan prestasi,” ungkapnya.

Selain terus menekuni pendidikan akademis, Juli mengikuti berbagai kompetisi dan mendaftar beragam program. Pintu pertama prestasi Juli terbuka dengan diterimanya Program JENESYS 2.0 (Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths) 2nd Batch Traditional Art, Culture, and World Heritage di Tokyo dan Okayama, Jepang, Februari-Maret 2014.

Setelah kegiatan tersebut, Juli mengakui semangat dan motivasinya meningkat hingga dirinya berhasil meraih kejuaraan untuk kali pertama dalam ajang National Essay Competition sebagai Juara II Tingkat Nasional, Maret 2014.

Prestasi lain yang berhasil ia raih yaitu Juara I National Maritime Essay Competition (NMEC) di ITS Surabaya, Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Nasional oleh Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) di Bogor, dan Juara III National Essay Writing Competition 2014 di Unpad Bandung.

Tahun itu juga Juli terpilih sebagai delegasi Indonesia di Asia-Pacific Student Entrepreneurship Society (ASES) Summit di Manila, Filipina. Dia pun menyabet Second Runner Up of ASES Elevate Pitch Competition di De La Salle University, Manila.

”Pada 2015 saya dapat memperoleh pengalaman di Indonesia Youth Culture Exchange (IYCE) di Chiang Mai dan Bangkok, Thailand. Saya dapat memperoleh predikat The Best Group Project Presentation,” bebernya.

Prestasinya tidak berhenti dan dia menyabet beragam penghargaan termasuk Juara I Olimpiade Menulis Tingkat Nasional. Juli yang sejak tahun pertama kuliah sudah aktif di International Association of Students in Agricultural and related Sciences (IAAS) LC UNS ditunjuk menjadi Local Committee Director. IAAS adalah asosiasi internasional untuk mahasiswa pertanian dan ilmu-ilmu yang berhubungan.

”Alhamdulillah dari berbagai pengalaman yang saya peroleh pada 2015, saya terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi Utama dari UNS,” tambahnya.

Tahun itu pula Juli diamanahi sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Berprestasi (Imapres) UNS 2015 dan mendapat education tour ke Singapura. Juli mengaku prestasi yang diraihnya itu tak lepas dari doa-doa kedua orang tuanya yang juga telah berjuang keras untuk mendukung kuliahnya tersebut.

”Sekarang saya tidak perlu takut dan ragu lagi untuk melangkah. Yakinlah, tidak perjuangan dan usaha yang sia-sia. Jangan pernah menyerah dan lelah dengan apa yang terjadi. Jangan jadikan keterbatasan menjadi hambatan untuk maju,” kata dia.

Menurut dosen pembimbing skripsi Juli, Moh. Harisudin, Juli adalah mahasiswanya yang istimewa. Sebelum lulus, setiap mahasiswa S1 berkewajiban menulis jurnal online. ”Untuk Juli, saya fasilitasi untuk diseminarinternasionalkan. Alhamdulilah dia mau dan di acara tersebut dia juga dapat penghargaan sebagai Best Paper,” ungkap Harisudin.  (♛Hob3)

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s