Kisah Ditikamnya Umar bin Khatab Hingga Wafat: Apakah Boleh Aku Dikubur di Samping Rasulullah?

 

apakah boleh aku dikubur disamping rasulullah
♛ barb3ta

UMAR berkata kepada anaknya, yaitu Abdullah ibn Umar “Ya Abdullah, pergilah dan tanyakan kepada Aisyah radhiallahu ‘anha, apakah dia membolehkanku untuk dikubur disamping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Abu Bakar radhiallahu ‘anha?”

Lalu pergilah Abdullah ibn Umar, dia mengetuk pintunya dan masuk ke rumah Aisyah. Ternyata Aisyah sedang menangis, dan dia memberikan salam padanya kemudian bertanya pada Aisyah “Umar meminta untuk dikuburkan di samping Rasulullah dan Abu Bakar, apakah kau mengizinkannya?”

Aisyah berkata “Aku sudah memesan tempat itu untuk diriku, karena Rasulullah adalah suamiku dan Abu Bakar adalah ayahku, tapi aku akan memberikannya kepada Umar.”

Dan riwayatnya menyebutkan ketika Abdullah datang, Umar sedang berbaring dan dia berkata “Dudukkan aku.” Kemudian mereka mendudukkannya, lalu Abdullah memasuki ruangan dan berkata “Wahai ayahku, keinginanmu dikabulkan.”

Umar berkata “Aku tidak punya keinginan apapun melebihi itu. Ketika aku meninggal dan kau membawaku untuk dikuburkan, tanyakan kepada Aisyah lagi, mungkin karena statusku dia merasa keberatan untuk memberikanku tempat itu. Tanyakan dia lagi, dan jika dia setuju, maka kuburkan aku disana, kalau tidak, maka kuburkan aku di pemakaman umat Muslim.”

Beberapa hari setelah peristiwa penikaman, Umar bin Khatab menghembuskan nafas terakhirnya dan menyisakan duka mendalam di kalangan umat islam. Seandainya kematian Umar bin khatab tidak melalui proses yang sangat keji dan tragis, mungkin kesedihan tidak akan beerlarut larut dan dendam tidak akan bersarang di dalam dada para keluarga.

Bagaimanapun kondisi Islam sepeninggalan Umar saat itu, dapat dikatakan bahwa Islam telah mencapai kegemilangan dan ini tidak dapat dilepaskan dari peran Umar bin Khatab. Inilah salah satu masterpiece Umar bin Khatab yang berhasil ditorehkan semasa hidupnya.

Akhirnya Umar meninggal dan dikuburkan di samping Abu Bakar dan Rasulullah. (♛Hob3)

Wallohu a’lam bishshawab

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s