Rumi: Satu Cahaya Kebenaran

Rumi Satu Cahaya Kebenaran

♛ barb3ta

Lampu-lampu itu berbeda,
namun Cahaya itu sama:
ia datang dari Atas.

Apabila engkau terus memandangi lampu,
engkau akan bingung:
karena akan muncul penampakan jumlah dan keragaman.

Tetapkanlah pandanganu pada Cahaya,
dan engkau akan terlepas dari dualisme yang melekat pada tubuh yang terbatas.

Wahai engkau yang merupakan inti keberadaan,
pertentangan di antara orang Muslim, Zoroaster dan Yahudi itu tergantung pada pendirian.

Beberapa orang India membawa seekor gajah,
untuk mereka pertunjukkan di kegelapan arena.

Karena melihatnya dengan mata tidak mungkin,
maka setiap orang merabanya dengan telapak tangannya.

Tangan seseorang menyentuh belalainya:
dia berkata, “Binatang ini seperti pipa-air.”

Yang lain meraba telinganya:
baginya makhluk ini tampak seperti sebuah kipas.

Yang lain memegang kakinya dan melukiskan gajah itu seperti bentuk sebuah pilar.
Yang lain mengusap punggungnya.
“Sesungguhnya,” katanya, “gajah ini menyerupai sebuah singgasana.”

Setelah masing-masing memegang lilin,
perbedaan pun hilang dari percakapan mereka.
 (♛Hob3)

[Rumi]

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s