Apakah Kita Pembela Tauhid?

Apakah Kita Pembela Tauhid

♛ barb3ta

ORANG akan marah ketika mendengar berita anak berzina dengan ibu atau soal pesta miras. Berbeda ketika mereka mendengar berita tentang larung, orang bersesaji dan mengusapi kuburan.

Kita memahami berzina dengan ibu dan minum khamr termasuk dosa besar. Namun kita juga perlu lebih memahami bahwa perbuatan syirik dosanya jauh lebih besar. Pelaku dosa besar tidak keluar dari Islam, namun pelaku kesyirikan keluar dari agama Islam. Karena alasan inilah, para ulama menjadikan aqidah sebagai pelajaran utama mereka.

Imam Mujadid Muhammad bin Abdul Wahab, penulis kitab At-Tauhid. Beliau ajarkan kitab ini kepada para muridnya. Beliau beri penjelasan dan beliau ulangi semua permasalahan yang ada dalam buku itu. Selesai membahas, beliau ulang lagi dari awal. Sampai akhirnya salah satu muridnya meminta kepada beliau, “Wahai syaikh, kami ingin agar anda mengganti pelajaran yang lain.., kisah, atau sirah.., atau sejarah.”

“Akan kita pertimbangkan, insyaaAllah” jawab Syaikh.

Pagi harinya, beliau menemui murid-muridnya dengan wajah sedih. Para murid beliau bertanya, apa sebab beliau sedih? Jawab Syaikh, “Saya mendengar kabar, ada orang di kampung sebelah, dia bangun rumah baru, karena takut gangguan jin, dia menyembelih ayam di teras pintu rumahnya. Dalam rangka persembahan untuk jin. Saya sudah menyuruh seseorang untuk mengecek kebenaran berita ini.”

Namun, murid-murid beliau tidak banyak terpengaruh dengan berita ini. Mereka tidak menjadi sedih seperti yang beliau alami, tidak pula menjadi gusar layaknya orang kebingungan. Mereka hanya mendo’akan semoga orang yang membangun rumah itu mendapat petunjuk kemudian diam.

Esok harinya, syaikh ketemu dalam forum yang sama dengan murid-muridnya. Beliau mengatakan, “Saya telah mencari kebenaran info kemarin dan ternyata berbeda dengan apa yang saya dengar. Orang itu tidak menyembelih ayam untuk persembahan jin. Tapi yang benar, dia berzina dengan ibunya.”

Spontan semua murid beliau langsung berkomentar, langsung mencela, harus kita ingatkan, harus didakwahi, kita hukum dia. Gempar sudah forum itu.

Setelah mereka tenang, Syaikh menyampaikan saran. “Sungguh mengherankan kalian ini. Kalian begitu kompak mengingkari perbuatan ini. Terjerumus ke dalam dosa besar. Padahal itu tidak mengeluarkan mereka dari Islam. Namun kalian tidak mengingkari orang yang melakukan dosa syirik, menyembelih untuk selain Allah, melakukan ibadah untuk selain Allah.”

Murid beliau terdiam. Syaikh meminta salah satu muridnya, “Ambil kitab tauhid. Kita pelajari dari awal.” (♛Hob3)

Diceritakan oleh Dr. Muhammad Al-Arifi dalam buku: Irkab Maana
Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s