Ancaman Rasul: Orang yang Mempersulit Orang Lain

 

082616 Ancaman Rasul Orang yang Mempersulit Orang Lain

♛ barb3ta

DARI ‘Aisyah radhiyallhu ‘anha beliau berkata, Rasulullh shallallhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Ya Allah, barangsiapa yang mengurusi umatku lantas dia merepotkan (membuat susah) umatku, maka repotkannlah dia.” (HR Muslim)

Hadis ini berisi do’a Nabi shallallhu ‘alayhi wa sallam terhadap orang yang membuat repot (susah) kaum muslimin. Setelah dia diberi kesempatan untuk mengurusi kaum muslimin lantas dia membuat repot mereka, kemudian dido’akan keburukan oleh Rasul, kita tahu bahwasanya do’a Rasulullah dikabulkan oleh Allah Ta’la.

Di sini Rasul berkata, “Ya Allh barang siapa yang megurusi urusan umatku.” Hadits ini memberi faedah yang umum dari dua sisi:

Pertama, Rasulullh shallallhu ‘alayhi wa sallam mengatakan “barang siapa“, maksudnya untuk siapa saja dan apa saja kedudukannya, laki laki atau perempuan.

Yaitu siapa saja yang mengurusi urusan umatku (kaum muslimin) apakah dia pimpinan, apakah dia anak buah, maka siapa saja yang mengurusi kaum muslimin maka dia termasuk dalam hadis ini.

Kedua, keumuman selanjutnya adalah memberikan keumuman yang artinya “urusan apa saja“, maka tercakup dalam do’a Nabi shallallhu ‘alayhi wa sallam.

Ini mencakup segala urusan, seperti instansi pemerintah yang mana kaum muslimin datang pada instansi tersebut karena ada urusan baik mengenai kelahiran, kenegaraan, ekonomi dan lainnya.

Ini mengingatkan kita akan bahayanya orang yang diberi kemudahan oleh Allah untuk mengurusi urusan kaum muslimin. Kalau mengurusnya dengan baik maka dia akan mendapatkan banyak pahala dan diberi kemudahan dan hendaknya dia berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya.

Kalau ternyata di luar kemampuannya maka ini tentunya dimaafkan oleh Allah Subhnahu wa Ta’la. Allah Maha Tahu jika ada orang yang bekerja sebaik-baiknya, berusaha untuk memberi pelayanan yang terbaik bagi umat kaum muslimin maka dia akan dapat pahala.

Yang menjadi masalah adalah jika seseorang diberi kemudahan oleh Allah untuk mengurusi urusan kaum muslimin lantas dia tidak melakukan dengan baik bahkan memberikan kerepotan kepada mereka maka dido’akan oleh Rasul, “Berilah kesusahan baginya.

Wal iyya’udzubillah, kita dapati sebagian orang, para pekerja, para pegawai, hati mereka telah mati, jiwa mereka telah sakit, jadi mereka santai saja bahkan senang melihat orang susah dihadapan mereka. Sehingga timbul kaidah, “Kalau bisa dibikin susah ngapain dibikin gampang.”

Terutama yang berkaitan dengan yang ada di bandara. Ada sebagian pegawai bandara yang sengaja membuat susah orang. Apalagi orang kampung yang tidak mengerti. Tatkala mereka sudah bingung karena pesawat mau berangkat terkadang mereka diminta harus bayar ini, bayar anu, dibuat susah. Padahal secara peraturan orang tersebut tidak melanggar.

Atau juga tatkala ada orang yang mau mengurus sesuatu dibuat repot, harus ke sana harus ke sini. Dibuat prosedur yang sangat berat. Hingga akhirnya orang tadi terpaksa mengeluarkan uang untuk mempermudah urusan dan macam-macamnya.

Wal iyya’udzubillah, orang-orang seperti ini dido’akan keburukan oleh Nabi shallallhu ‘alayhi wa sallam, kenapa? Karena dia bukannya memudahkan urusan tetapi malah merepotkan urusan.

Maka kita ingatkan kepada mereka, baik yang bekerja di instansi pemerintah atau di luar pemerintah, selama urusan mereka adalah untuk kaum muslimin, agar berusaha bekerja dengan baik tidak merepotkan tapi memudahkan.

Jangan punya pikiran. “Yang bisa dipersulit mengapa dimudahkan.” Para ulama menyebutkan diantara bentuk memberi kesulitan bagi kaum muslimin yaitu tatkala seseorang memiliki kedudukan kemudian dia mengangkat bawahannya yang ternyata tidak pantas atau kurang pas untuk bekerja dipekerjaan tersebut.

Ini akan menimbulkan kesulitan nagi kaum muslimin. Mungkin orang ini baik tapi karena tidak memiliki kemampuan akhirnya banyak masalah akhirnya menimbulkan kerepotan dan kesulitan bagi kaum muslimin.

Sehingga kalau kita memilih bawahan hendaknya memilih yang handal, memiliki kafa-ah (keahlian) dalam urusan tersebut. Kalau tidak, maka secara tidak langsung dia telah memberikan kerepotan dan kesulitan bagi kamu muslimin.

Ya Allah, semoga orang-orang yang diberi kemudahan untuk mengurusi urusan kaum muslimin bisa bertaqwa kepada Allah dan memberikan kemudahan bagi kaum muslimin sehingga mereka banyak meraih pahala di sisi Allah Subhnahu wa Ta’la. (♛Hob3)

Wallhu Ta’la Alam bish Shawab.

Ustadz Firanda Andirja, MA
Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s