6 Masjid Lain di Mekah yang Wajib Diketahui

Mekah identik dengan Masjidil Haram, masjid utama umat Islam.

6 Masjid Lain di Mekah yang Wajib Diketahui

Masjid Namirah di Arafah, salah satu masjid yang wajib diketahui.
♛ barb3ta

Kota Mekah identik dengan Masjidil Haram, masjid utama umat Islam. Masjid ini menjadi pusat ritual haji dan umrah. Salat di Masjidil Haram setara dengan 100.000 salat. Namun selain Masjidil Haram di Mekah juga terdapat masjid lainnya.

Sedikitnya ada enam masjid terkenal lain yang tersebar di beberapa sudut Kota Mekah  yang juga cukup dikenal. Masjid-masjid ini kerap dikunjungi jemaah yang berhaji atau berumrah. Apa saja masjid-masjid itu dan latar belakang sejarahnya?

Masjid Ar Rayah

Masjid ini letaknya di sebelah atas Masjidil Haram, tepatnya di kawasan Judriyah. Lebih detil di tanjakan al Mudda’a ke arah al Ma’la. Antara masjid dan rumah-rumah penduduk terdapat gang sempit yang menuju ke arah jalan raya.

Di tempat ini terdapat sumur Jubair bin Muth’im bin Uday bin Naufal. Sumur ini disebut juga sumur al Ulya. Karena letaknya di gang sempit antara masjid dan rumah penduduk, tidak banyak yang tahu keberadaan sumur ini.

Dalam bahasa Arab, Ar Rayah berarti bendera. Sejarahnya, saat Nabi Muhammad SAW menaklukkan kota Mekah pada tahun 8 Hijriyah, sempat singgah di sumur ini. Di sana Rasulullah SAW berdiri bersama tentara muslim yang berjumlah sekitar 10.000 dan menancapkan bendera, kemudian salat di tempat tersebut.

Masjid Al Kheif

Masjid ini sebetulnya berada di sekitar Mina. Dinamakan Kheif karena terletak di tepi turunan bukit yang keras dan di atas tempat turunnya air. Al Kheif dalam bahasa Arab berarti tempat naik dan turun permukaan gunung.

Masjid Al Kheif ini terletak di sebelah selatan bukit Mina, tidak jauh dari tempat melempar jumrah shughra dan kerap dikunjungi jemaah haji dari seluruh pelosok dunia. Mereka mengambil barokahnya karena masjid ini memiliki keistimewaan. Rasulullah SAW bersabda, “Telah salat di Masjid Kheif 70 nabi, di atara mereka Nabi Musa AS, seolah-olah aku melihatnya memakai dua pakaian ihram terbuat dari katun, ia berihram di atas unta.” (HR al-Mundhiri di kitab al-Targhib wa al Tarhib)

Masjid Kheif merupakan tempat salat Rasulullah SAW selama tinggal di Mina, dan telah ditentukan tempatnya saat beliau di masjid tersebut. Tempat salat Nabi SAW dulu sebelum direnovasi sangat populer dan diketahui yaitu di kubah yang letaknya di tengah masjid.

Syeikh Al Azraqi meriwayatkan dari kakeknya dari Abdul Majid dari Ibnu Juraih dari Ismail bin Umayah, sesungguhnya Khalid bin Madhras mengabarkan bahwa ia melihat beberapa orang tua dari kabilah al Anshar mencari tempat salat Rasulullah SAW di Masjid Kheif di muka menara masjid.

Masjid Al Jin

Masjid ini adalah saksi bisu ketika jin kafir memutuskan hijrah dan memeluk agama Islam. Kisah jin kafir yang memeluk Islam bermula ketika Rasulullah SAW sedang melafazkan Al quran di dalam masjid. Mendengar suara Rasulullah SAW yang begitu merdu, para jin pun mendekat. Mereka lalu menyatakan diri masuk Islam di hadapan Rasulullah SAW.

Masjid Asy Syajarah

Masjid ini berarti Masjid Pohon yang dinisbatkan kepada sebuah pohon yang letaknya berdekatan dengan Masjid Jin, kurang lebih 3 km dari Masjidil Haram. Diriwayatkan di tempat tersebut Nabi Muhammad SAW pernah memanggil pohon untuk ditanya tentang sesuatu. Pohon itu lalu datang memenuhi panggilan tersebut.

Pohon itu mendekat ke Rasulullah lengkap dengan batang dan akarnya seperti tercabut dari tanah, lalu berhenti di hadapan Nabi SAW. Setelah selesai urusan Nabi SAW, pohon itu diperintahkan untuk kembali ke tempatnya semula.

Masjid Namirah

Masjid ini berada di Arafah dan wadi Uranah. Di masjid ini atau di mana pun di Arafah dianjurkan kepada jemaah haji melaksanakan salat Dzuhur dan ashar jama dan qahar dua rakaat-dua rakaat dengan satu azan dan dua kali iqamah, sesuai dengan yang dilakukan Rasulullah SAW saat melaksanakan haji wada dan berwukuf di Arafah.

Di sini pula Rasulullah SAW berkhutbah. Tempat khutbah Rasulullah SAW inilah yang kemudian dibangun Masjid Namirah pada pertengan abad kedua oleh penguasa Abbasiyah dan diberi nama Namirah. Penamaan nama ini karena letaknya berdekatan dengan bukit kecil yang berada di sebelah barat Masjid. Bukit itu bernama Namirah.

Sebagian Masjid Namirah yang mengarah ke timur terletak di Wadu Uranah. Tempat ini tidak termasuk Arafah dan Rasulullah melarang berwukuf di tempat itu, sesuai sabda Rasulullah SAW saat haji wada, “Aku berwukuf di sini, dan Arafat seluruhnya tempat wukuf, kecuali wadi Uranah.”

Wadi itu sangat dekat dengan Arafah. Adapun masjid yang mengarah ke barat masuk dalam wilayah Arafah. Masjid Namirah saat ini berukuran sangat besar, kurang lebih 8.000 meter persegi, memiliki 64 pintu masuk, 6 menara, dan memuat 350 orang untuk salat di dalamnya.

Masjid Namirah juga dikenal dengan julukan masjid Ibrahim atau masjid Arafah. Setelah perluasan masjid ini terbagi menjadi dua, sebelah muka tidak termasuk Arafah dan sebelah belakang termasuk bagian dari Arafah. Di bagian muka dan belakang masjid Namirah ada papan penunjuk arah yang menuju Arafah dan bukan Arafah.

Masjid Al Bai’at

Masjid ini terletak di Mina, 7 km dari Mekah, berjarak kurang lebih 300 meter dari lokasi jumrah Aqabah. Masjid ini memiliki nilai penting dalam sejarah perkembangan Islam. Di tempat ini Rasulullah SAW menerima bai’at 12 orang laki-laki dari kabilah Aus dan Khazraj yang datang dari Madinah.

Mereka bertemu dengan Rasulullah di Aqabah dan menggelar bai’at untuk beriman kepada Allah SWT dan RasulNya, tidak mempersekutukan-Nya, menaati perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Bai’at ini dinamakan Bai’at Aqabah pertama di tahun 12 Hijriyah.

Di tempat yang sama pada tahun 13 Hijriyah, misi dari kota Yatsrib (kini Madinah) datang kembali, terdiri dari 73 laki-laki dan dua wanita. Mereka menghubungi Rasullah untuk bertemu di Aqabah. Rasulullah yang datang bersama pamannya Abbas menggelar bai’at yang kedua di Aqabah. Di sini terjadi kesepakatan untuk melindungi Rasulullah SAW jika berhijrah ke Madinah, memerangi orang yang memerangi mereka dan berdamai dengan orang yang berdamai dengan mereka.

Rasulullah SAW kemudian meminta kepada misi dari Yastrib ini untuk memilih 12 di antara mereka untuk berbai’at dengan apa-apa yang telah disepakati. Kemudian dipilihlah sembilan orang dari kaum Khazraj dan tiga orang dari kaum Aus. Bai’at ini dinamakan Bai’at Al Aqabah kedua.

Untuk mengenang peristiwa bersejarah ini di tempat bai’at tersebut kemudian dibangun  sebuah masjid yang diberi nama masjid Bai’at. Masjid ini sempat dibongkar untuk perluasan jalan menuju jamarat. Namun sisa bangunannya masih bisa dikunjungi. Bentuknya tidak seberapa luas, dan tidak beratap.   (♛Hob3)

Sumber
Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s