Hukum Bercinta Tanpa Mengenakan Penutup

 

♛ barb3ta

Bercinta atau Jimak merupakan suatu kebutuhan bagi seorang dewasa yang telah menikah baik seorang perempuan maupun wanita, Islam merupakan agama yang telah disempurnakan oleh Allah dari agama-agama yang sebelumnya.

Di dalam kesempurnaan tersebut Allah menurunkan al-quran dan Rosul nya yaitu Nabi Muhammad SAW, yang menjadi suri tauladan di dalam kehidupan manusia keempurnaan Islam di tuliskan secara lengkap baik tentang kehidupan di muka bumi, hukum-hukum serta syariah dalam kehidupan sehari-hari tidak terkecuali tentang melakukan Jimak atau bercinta.

081116 cinta

ilustrasi pasangan suami istri

Ada sebagian orang yang menyatakan bahwa dalam bercinta tanpa mengenakan pakaian atau sehelai benang berarti mereka telah melakukan Dosa , walaupun mereka melakukanya secara muhrim dengan suami atau istri mereka.

Dan ada pula yang mengatakan bahwa melakukan Jimak tanpa menggunakan penutup di perbolehkan dalam Islam, lantas bagaimana sebenarnya Hukum Bercinta Tanpa Pakaian ? baiklah untuk menjawab keraguan anda di bawah ini telah saya siapkan penjelasan yang di sertai Firman dari Allah SWT dan juga Hadits Nabi Muhammda SAW, yang menjadi rujukan dan pedoman Hukum Jimak tanpa mengenakan penutup.

Firman Allah SWT :

”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al Ahzab : 21)

Hadits Nabi :

Jika seseorang diantara kamu menyetubuhi istrinya, hendaklah memakai kain penutup dan janganlah sama-sama bertelanjang sebagaimana telanjangnya dua ekor keledai.” (HR. Ibnu Majah)

Hadits Nabi lainya :

Janganlah kamu bertelanjang karena ada malaikat yang senantiasa tidak berpisah denganmu kecuali diwaktu buang air dan ketika seorang laki-laki menyetubuhi istrinya. Karena itu, hendaklah kamu merasa malu dan hormatilah mereka.” (HR. Tirmidzi)

Dengan begitu dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya Hukum Jimak atau Bercinta tanpa menggunakan Penutup dapat di nyatakan Makruh, begitu pula pendapat yang di utarakan para ulama’ fuqo’ah yang setuju bahwa hukum bercinta tanpa penutup Pakaian adalah Makruh.

Hal ini di landasi lantaran di dalam firman Allah SWT diatas tidak menyatakan Haram atau berdosa ketika melakukan jimak, namun di dalam firman Allah diatas telah di jelaskan bahwa suri tauladan kehidupan yang baik adalah Rosullullah Muhammad Saw.

Dan merujuk hal tersebut dapat kita tarik kesimpulan dari hadits nabi Muhammad saw di atas bahwa beliau  menyamakan seorang yang bercinta tanpa penutup laksana dua ekor keledai, itu berarti menyarankan untuk menggunakan penutup ketika bercinta.  (♛Hob3)

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s