Hans Christian Andersen Bapak Dongeng Dunia

 

♛ barb3ta

Pernah mendengar cerita The Snow Queen alias Putri Salju ? Bagaimana dengan legenda Putri Duyung atau The Little Mermaid ? kalau kisah tentang The Ugly Duckling atau Itik Buruk Rupa ? beberapa judul cerita tersebut pastinya sudah akran di telinga anak – anak. Bukan hanya karena mereka yang tinggal di Eropa saja, anak – anak dari belahan dunia lainnya pun tentunya sudah cukup hafal dengan kisah – kisah legendaris itu. Dongeng tentang Putri Salju, Putri Duyung, maupun Itik Buruk Rupa hanyalah tiga dari sekian banyak cerita yang dibuat oleh Hans Christian Andersen, sang Bapak Dongeng Dunia.

081116 Hans Christian Andersen

Hans Christian Andersen dilahirkan di Odense, Denmark, pada 2 April 1805. Lingkungan tempat tinggalnya adalah kawasan kumuh di Denmark bagian selatan. Ayah Andersen adalah pembuat sepatu yang buta huruf. Sedangkan ibundanya bekerja sebagai buruh cuci. Sang ibu selalu mendongeng untuknya setiap menjelang tidur. Sedangkan dari ayahnya, Andersen memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang sastra. Pengalaman sastrawi Andersen semakin bertambah berkat sang ayah yang kerap mengajaknya menonton pertunjukan sandiwara.

Meskipun tidak pernah merasakan bangku sekolah, Andersen punya daya imajinasi yang tinggi. Semua itu tentunya berkat ayah dan ibunya yang mengenalkan banyak dongeng kepadanya sejak dini. Setelah orang tuanya wafat, Andersen mencoba bertahan hidup dengan bekerja apa saja. Ia pernah bekerja di pabrik rokok, magang pada seorang penjahit, dan cukup lama menjadi buruh. Meskipun demikian, dalam hati kecil Andersen masih memendam cita – cita ingin berkiprah di dunia seni. Pada 1819, Andersen mencari peruntungan ke Kopenhagen, ibu kota Denmark, dan berharap impiannya terwujud.

Ia harus bersusah payah dahulu sebelum kemudian bisa bergabung dengan grup sandiwara Royal Danish Theatre sebagai pemain sekaligus penyanyi. Namun, ia tak bisa berlama – lama menikmati perannya itu karena perubahan suaranya akibat masa puber di mana Andersen mulai beranjak dewasa. Sempat menjadi penyait, Andersen kemudian mencoba menulis naskah sandiawara, namun tidak ada orang yang mau memakai karyanya. Salah satu karya perdananya adalah The Gost at Palnatoke’s Grave yang diciptakannya pada 1822.

Nasib Andersen berubah ketika ia bertemu dengan Raja Denmark. Frederik VI. Sang raja pernah menyaksikan aksi teatrikal Andersen dan ternyata terkesan. Merasa anak muda ini memiliki bakay, sang raja kemudian menyekolahkan Andersen ke sekolah bahasa di Slagelse dan Elsinore. Setelah lulus pada 1927, salah seorang petinggi Royal Danish Theatre bersedia mendanai kuliahnya. Andersen kemudian melanjutkan studi ke Universitas Kopenhagen. Sembari kuliah, Andersen tetap berkaya, salah satu hasil ciptaanya adalah kisah perjalanan dengan judul Fodreise fra Holmens Kanal Til Ostpynten of Amager yang dibuatnya pada 1828 dan memperoleh sambutan yang menggembirakan.

Sejak itu, nama Andersen semakin terangkat dan berbagai karyanya pun mulai laku. Salah satu puisinya yang berjudul The Dying Child diterbitkan oleh Journal Sastra di Kopenhagen. Naskah drama Andersen pun mulai sering dipentaskan. Tokoh sastra yang menjadi inspirasi Andersen antara lain adalah ETA Hoffmann, seorang penulis roman dari Jerman, dan sastrawan terkemuka asal Inggris, William Shakespeare.

Setelah lulus kuliah, Andersen memperoleh tawaran dari Raja Denmark berkeliling dunia untuk menambah wawasannya. Andersen tentunya menerima tawaran itu dan segera memulai perjalannya. Negara – negara yang pernah ia sambangi antara lain : Jerman, Prancis, Swedia, Spanyol, Portugal, Italia, hingga ke Timur Tengah. Petualangan yang melahirkan banyak kisah itu berakhir pada 1833. Pada 1840 – 1857, Andersen kembali melakukan perjalanan ke beberapa negara Eropa, Turki, bahkan ke negara – negara Afrika.

Andersen semakin produktif menghasilkan karya. Meskipun hampir semua novelnya memperoleh apresiasi yang luar biasa, Andersen justru lebih kondang sebagai penulis dongeng. Ia menerbitkan cerita anak – anak Tales for Children pada 1835, kemudian kumpulan kisah dengan judul Fairy Tales and Story yang penulisannya dimulai pada 1836. Popularitas Andersen sebagai pakarnya dongeng dunia tak pelak kian meledak.

Karya – karya Andersen, terutama cerita dongengnya, memuat pesan moral yang luhur. Banyak sekali karya Andersen yang sudah diterjemahkan ke lebih dari 147 bahasa di dunia. Pengaruh Andersen bagi perkembangan sastra, khususnya sastra anak, di dunia sangat besar. Banyak penulis di era – era selanjutnya yang meneladani sosok Andersen. Pada 4 Agustus 1874, Hans Christian Andersen wafat karena sakit. Jenazahnya dikebumikan secara khusus di Kopenhagen.  (♛Hob3)

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s