Berangkat Haji di Usia 95 Tahun, Kakek Ambari Rindu Istri

berangkat-haji-di-usia-95-tahun-kakek-ambari-rindu-istri

♛ barb3ta

CIREBON – Kakek Ambari (95), warga Blok Pelandakan, RT 04 RW 07, Kelurahan/Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, harus menahan pilu ketika cita-citanya untuk naik haji bersama sang istri harus dipendamnya dalam-dalam. Hal itu disebabkan takdir yang menggariskan bahwa istri tercintanya harus kembali ke pelukan Illahi.

Ia terpaksa berangkat ke Tanah Suci dengan anaknya. Pasalnya, dua tahun lalu istrinya meninggalkannya untuk selama-lamanya seorang diri di rumah yang sangat sederhana.

Kakek Ambari mesti berjuang seorang diri untuk bisa mewujudkan cita-citanya pergi haji. Usahanya itu dimulai sejak ia berusia 30 tahun dengan mengumpulkan hasil bertaninya yang dipendam di tanah kebun dekat rumahnya.

Anak kandung Ambari, Asripah, menyatakan tidak mengetahui pasti bagaimana perjuangan ayahnya ketika mengumpulkan uang untuk pergi ke Makkah. Hal yang ia tahu, ayahnya itu sempat menjual uang zaman dulu yang ia kumpulkan untuk ongkos pergi haji.

“Alhamdulillah kesehatannya baik, meskipun kondisinya harus dipapah ketika ingin melakukan sesuatu, setahun yang lalu sempat dioperasi,” ungkapnya, Kamis (4/8/2016).

Namun demikian, ia mengungkapkan masih mempunyai kendala keuangan untuk pegangan mereka selama menjalankan ibadah suci mendatang.

“Yang lain sudah beres, baru dapat baju ihram,” tutupnya.

65 Tahun Pendam Tabungan dalam Tanah, Kakek Ambari Akhirnya Berhaji

Di usia senja, kakek Ambari (95), warga Blok Pelandakan, RT 04/ RW 7, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, terlihat sangat gembira ketika ia terpilih untuk berangkat haji di 2016.

Cita-citanya untuk berangkat ke Tanah Suci dimulai sejak ia berusia 30 tahun dengan mengumpulkan hasil bertaninya yang dipendam di tanah kebun dekat rumahnya.

Ia bersama istrinya memberanikan diri mendaftar haji pada 2013 lalu. Namun sangat disayangkan dua tahun yang lalu istrinya meninggalkan ia untuk selama-lamanya sehingga posisi istrinya digantikan oleh anak satu-satunya yang bernama Asripah (65).

Jpeg

 

Asripah mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana perjuangan ayahnya ketika mengumpulkan uang untuk pergi ke tanah suci, yang ia tahu ayahnya itu sempat menjual uang jaman dulu yang ia kumpulkan untuk ongkos pergi haji.

“Alhamdulilah kesehatannya baik, meskipun kondisinya harus dipapah ketika ingin melakukan sesuatu, setahun yang lalu sempat dioperasi,” ungkapnya, Kamis (4/8/2016).

Namun demikian, ia mengaku masih mempunyai kendala keuangan untuk pegangan mereka selama menjalankan ibadah suci mendatang.

“Yang lain sudah beres, baru dapat baju ihram,” tutupnya.(b3)

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s