Kelamaan Main Gadget , Pertumbuhan Otot dan Tulang Anak Terhambat

Kelamaan Main Gadget, Pertumbuhan Otot dan Tulang Anak Terhambat

♛ barb3ta

Agar anak tak rewel, orang tua dewasa ini kerap menyodori mereka dengan gadget seperti iPad atau tablet. Apalagi kalau bukan untuk mengalihkan perhatian mereka.

Secara mental, membiasakan anak untuk bermain gadget sejak usia dini akan mematikan kreativitas mereka. Tetapi sebenarnya yang paling terasa dampaknya adalah fisik mereka. Setidaknya inilah yang ditemukan peneliti dari Curtin University, Perth.

Straker dan timnya tengah melakukan pengamatan pada dua kelompok anak berusia 3-4 tahun, masing-masing terdiri atas 10 anak. Satu kelompok terdiri atas anak-anak yang bermain dengan mainan sungguhan, sedangkan kelompok lainnya menggunakan perangkat elektronik.

Dalam lima tahun ke depan, Straker ingin mengamati dampak penggunaan gadget terhadap kondisi fisik, mental dan kemampuan bersosialisasi mereka.

Dari hasil pengamatan awal sudah terlihat perbedaan mencolok di antara keduanya. Anak yang bermain dengan mainan sungguhan enam kali lebih sering menggerakkan lengan dan tangannya daripada saat menonton TV dan tiga kali lebih banyak ketika diberi iPad sekalipun.

Mereka juga dua kali lebih banyak menggerakkan seluruh anggota tubuhnya saat menggunakan iPad dan tiga kali lebih banyak saat menonton TV. Sedangkan anak yang terbiasa bermain dengan iPad hanya sanggup menggerakan lengan dan tangan serta seluruh anggota tubuhnya tak lebih dari 15 menit.

Padahal ini baru hasil laporan awal dari riset yang mereka lakukan. “Kami jadi khawatir penggunaan gadget dengan layar sentuh dalam waktu lama akan menghambat perkembangan otot dan tulang anak,” tandas Prof Straker seperti dilaporkan Herald Sun.

Straker menjelaskan ada dua alasan yang mendasarinya.

Pertama, karena menggunakan gadget, anak jadi lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk ketimbang berlarian maupun kegiatan fisik lainnya yang bisa memberikan stimulus untuk membentuk tulang dan otot yang sehat.

Kedua, anak juga menghabiskan banyak waktu dalam posisi duduk yang buruk semisal dengan leher tertunduk lama sehingga mereka rentan mengalami nyeri leher.

Menurutnya, anak-anak hanya boleh menggunakan gadget tak lebih dari 15 menit sehari saja. Bahkan untuk perangkat elektronik secara menyeluruh bila ditotal hanya boleh satu jam saja, tidak lebih.

Psikolog anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi dari RaQQi – Human Development & Learning Centre mengedepankan, anak baru boleh diberi gadget di saat usianya telah menginjak 13 tahun. “Usia 13 tahun berkaitan dengan kematangan pola pikirnya,” katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Menurut teori perkembangan kognitif dari Jean Piaget, di usia 13 tahun anak sudah bisa mencapai level perkembangan kognitif formal operasional. Di usia tersebut, anak sudah bisa memikirkan sebab akibat dari suatu hal yang dilakukannya.

“Jadi saat memakai gadget, dia nggak asal aja. Pakai sosmed, nggak asal posting. Anak sudah bisa milah-milah. Memang self regulation-nya belum terlalu bagus, tapi saat didampingi ortu ketika dia menggunakan gadget atau sosmednya, dia sudah bisa paham dan menerima mana yang benar dan salah,” tambah wanita berkerudung ini.

Ratih menambahkan, orang tua juga mesti konsisten dengan tidak bermain gadget di rumah, jika memang tidak memperbolehkan anak-anaknya melakukan hal serupa. (♛b3)

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s