Biaya Pengobatan Tinggi, Harus Ada Penanggulangan Untuk Kanker

Biaya Pengobatan Tinggi, Harus Ada Penanggulangan Untuk Kanker

♛ barb3ta

Jakarta: Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Dokter Aru W Sudoyo mengingatkan pentingnya penyakit kanker untuk ditanggulangi. Sebab, pengobatan kanker membutuhkan biaya yang tinggi.

Aru menjelaskan, data dari Januari-Juni 2014 menunjukkan jumlah kasus kanker mencapai 88.106 dengan menghabiskan biaya Rp124,7 miliar untuk rawat jalan.

Jumlah itu tidak jauh dengan biaya sakit ginjal yang kasusnya sangat banyak. Sakit ginjal dengan 889.356 kasus menghabiskan biaya Rp869,5 miliar untuk rawat jalan.

Sedangkan untuk biaya sakit kanker rawat inap senilai Rp313,09 miliar dengan 56.033 kasus. Jumlahnya hampir setengah dari biaya rawat sakit ginjal senilai Rp750,6 miliar dengan 138.779 kasus.

“Jadi kita lihat di sini, dimana ginjal besar karena penderitanya banyak sekali, kanker hanya setengah dengan biaya hampir mendekati ginjal. Ada ketimpangan di sini,” ujar Aru saat ditemui Metrotvnews.com di Kantor POI, Jalan Cimandiri, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2016).

Aru tidak memungkiri penyakit kanker kini banyak diderita masyarakat kalangan menengah ke bawah. Kini anggapan penyakit kanker merupakan penyakit orang kaya harus dihilangkan.

“Yang tidak bisa memilih makanan yang bisa mereka makan dari kalangan mana? Kalangan bawah. 30 persen dari pasien-pasien rumah sakit sekarang sudah kanker, itu kelas 3,” jelas Aru.

Namun bukan berarti jumlah penderita kanker dari kalangan menengah ke bawah lebih besar dari kalangan menengah ke atas. Sebab, masyarakat dengan ekonomi berlebih pun cenderung mengonsumsi makanan secara berlebih.

“Ini kehidupan modern, sekarang ekonomi lebih bagus, makan lebih banyak tapi lebih sedikit bergerak,” ungkap Aru.

Meski pemerintah melalui BPJS sudah mencover biaya penyakit katastropik (penyakit yang mengancam jiwa dan memerlukan biaya tinggi), tetap saja angka penderita kanker harus ditekan. Caranya, masyarakat disadarkan dengan pentingnya deteksi dini.

“Kalau kita ingin mengurangi biaya kanker, kita harus mengobati di awal, sebelum jadi lanjut. Kalau datang ketika sudah lanjut, obatnya mahal, mahal dari segi perasaan, energi, kerugian kepada negara juga,” tandas Aru.  (♛b3)

 

 

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s