Belum Ada Angka Pasti Jumlah Penderita Kanker di Indonesia

jumlah penderita kanker

♛ barb3ta

Jumlah penderita kangker di Indonesia hingga saat ini belum bisa dipastikan. Meskipun mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Kesehatan maupun badan penelitian khusus kanker, Globocan, di bawah WHO.

Ketua Umum Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) Dokter Aru W. Sudoyo mengatakan, angka yang selama ini menjadi pegangan merupakan angka perkiraan.

“Kami tidak punya angka pasti, baik itu yang ada di Kemenkes itu masih perkiraan. Misal, di Indonesia, Thailand, Malaysia, penduduknya berapa banyak, kemungkinannya (penderita kanker) sekian,” kata Aru saat ditemui Metrotvnews.com di Kantor POI, Jalan Cimandiri, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2016).

Aru menjelaskan, saat ini POI sedang berusaha memperbaiki data melalui proses registrasi lengkap. Dokter-dokter dan insan kesehatan yang berminat terhadap penanggulangan kanker juga dilibatkan.

“Tujuan kami ada tiga, pertama perbaiki registrasi, buktinya kami tidak punya angka yang bagus, angka yang kami punya masih dari luar negeri yang mereka kira-kira saja. Kami tidak punya angka yang tepat,” jelas Aru.

POI masih mengumpulkan data penderita kanker. Data diambil dari seluruh rumah sakit di Indonesia. Sayangnya, rumah sakit yang memiliki angka penderita kanker hanya rumah sakit besar di Jakarta, seperti Rumah Sakit Dharmais dan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

“Tapi kami tidak punya angka dari daerah Jember, dari daerah Boyolali, Ternate, karena tidak sampai ke situ. Rumah Sakit Dharmais, Rumah Sakit Cipto saja yang bisa punya angka, atau rumah sakit besar di Jawa,” ungkap Aru.

Namun, dari informasi yang dihimpun, berdasarkan data dari Balitbang Kemenkes tahun 2013, prevalensi penyakit kanker di Indonesia sebesar 1,4 persen atau diperkirakan sekitar 347.792 orang. Ditambah data dari Globocan tahun 2012, penyakit kanker yang paling banyak diderita wanita ialah kanker payudara, sedangkan pria kanker paru-paru. Angka penderita kanker payudara mencapai 48.998 orang, sedangkan kanker paru-paru mencapai 34.696 orang.

“Menurut Globocan, di Indonesia perempuan paling banyak kanker payudara dan serviks, pada laki-laki paru-paru dan usus besar, jadi kita tidak bisa bilang jumlah (general), harus pada wanita sekian, pada pria sekian karena ada alat tubuh yang kamu tidak miliki yaitu prostat tapi payudara juga dimonopoli wanita,” beber Aru.

Sedangkan dari segi usia, kata Aru, cukup memprihatinkan. Sebab, lebih dari tiga puluh persen penderita kanker berusia di bawah 40 tahun. Sedangkan di negara maju, hanya 3 persen penderita kanker di bawah usia sekian.

“Satu yang penting di Indonesia, penderita kanker yang muda itu angkanya tinggi. Mereka masih punya keluarga, menanggung kebutuhan keluarga, dan masih jadi kekuatan yang produktif yang seharusnya masih bisa memberikan kontribusi bagi negara. Umur 40-45 sudah kanker, umur 35 sudah kanker. Beda dengan di negara maju dimana kanker lebih banyak di usia lanjut,” tandas Aru.  (♛b3)

 

 

Pos ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s