Malala Yousafzai, Siapa Dia?

Malala yousafzai, Siapa Dia

♛ barb3ta

Dunia mengenal Malala Yousafzai sebagai pemenang nobel termuda dalam sejarah. Bersama pejuang hak asasi manusia asal India Kailash Satyarthi, Malala menerima nobel perdamaian ketika usianya masih sangat muda, yakni 17 tahun. Siapa sesungguhnya Malala ini?

Cerita tentang Malala dimulai pada 2009, di sebuah lembah di wilayah Pakistan yang dahulu merupakan daerah tujuan wisata yang terkenal, Lembah Swat. Di bawah kekuasaan Taliban, pendidikan bagi anak-anak perempuan menjadi sesuatu yang terlarang di Lembah Swat. Taliban menganggap hal tersebut bertentangan dengan ajaran islam (meskipun di kemudian hari mereka membantah melalui publikasi sebuah surat terbuka pada Juli 2013 lalu).

Malala kemudian menuliskan kisahnya dalam sebuah buku harian. Ia menggambarkan bagaimana Taliban melarang anak-anak perempuan untuk bersekolah. Kejadian yang dialami ini mempengaruhi kehidupan sang penulis dan teman-teman sekelasnya.

Tulisan-tulisan tersebut untuk pertama kalinya dipublikasikan secara daring dalam situs BBC versi Bahasa Urdu oleh sang penulis dengan menggunakan nama samaran “Gul Makai”. Tulisan yang sama juga kemudian terbit melalui surat kabar lokal.

Pemerintah Pakistan, yang ketika itu sedang terlibat perang sipil untuk memusnahkan kekuasaan Taliban, memberikan apresiasi terhadap apa yang dilakukan Malala. Perdana Menteri Yousuf Raza Gilani menganugerahinya National Peace Award Pakistan, dan menganggap Malala sebagai inspirator terhadap perjuangan anti-Taliban.

Malala kemudian menjadi semakin aktif memperjuangkan hak-hak anak perempuan di Pakistan untuk menempuh pendidikan. Seperti yang dilansir oleh The Guardian, ia bahkan berniat untuk terlibat aktif dalam politik dan mendirikan sekolah sendiri guna mendukung perjuangannya.

Segera saja Malala yang pada saat itu masih seorang gadis remaja 12 tahun, menjadi salah satu musuh terbesar Taliban di Pakistan. Pada Oktober 2012, seorang anggota Taliban naik ke bus yang ditumpangi Malala sepulang sekolah dan menembaknya tepat di bagian belakang kepala.

Tapi tidak seperti perkiraan sang penembak, hari naas itu ternyata bukan akhir kisah Malala. Setelah melalui proses pemulihan yang panjang, Malala berhasil bertahan hidup tanpa mengalami kerusakan otak atau syaraf yang serius. Lebih dari mempertahankan hidupnya, Malala juga kemudian mempertahankan perjuangannya. Ia bersuara bahkan lebih keras dari sebelumnya.

Pada 2012, Majalah Time menobatkan Malala menjadi salah satu runner-up dalam daftar person of the yearbersama Tim Cook, Fabiola Gianotti, dan Mohamed Morsi. Tahun lalu bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-16, Malala berpidato di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang pentingnya pendidikan serta bagaimana hal tersebut masih menjadi persoalan di berbagai belahan dunia. Ia menjadi pemenang nobel perdamaian. Sejarah kini akan mencatat nama Malala bersama nama-nama seperti Martin Luther King Jr., dan Bunda Teresa.  (♛b3)

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s