Bagaimana Astronot Wanita Mengatasi Haid di Luar Angkasa?

bagaimana-astronot-wanita-mengatasi-haid-di-luar-angkasa.jpg

♛ barb3ta

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana astronot wanita mengatasi menstruasi ketika sedang berada di luar angkasa? Apakah darah akan tetap mengalir dari tuba falopi meski tidak ada gravitasi? Yang lebih penting, apakah mereka masih akan tetap mengalami menstruasi karena dampak berada di ruang hampa?

Bisa dibayangkan bahwa wanita memerlukan tampon dengan tali yang mengeratkannya di sehingga ia tidak melayang-layang. Hal ini tentu akan menjadi sangat memalukan bagi astronot wanita jika ia bekerja dengan “saus” berceceran di udara. Atau yang lebih buruk, astronot wanita tak akan bisa berfungsi sama sekali ketika sedang mengalami menstruasi.

Menurut National Geographic, Sabtu (23/4/2016), astronot wanita akan mengalami menstruasi yang sama dengan ketika mereka berada di Bumi, termasuk kramnya jika mereka terbiasa. Hal ini menjadi perhatian NASA karena membawa tampon tentu akan menambah bobot sendiri dalam misi berawak wanita.

Untuk itu, daripada memiliki tampon, para teknisi NASA lebih memilih untuk memberikan pil atau kontrasepsi pada astronot wanita. Dengan begitu, mereka tidak akan mengalami menstruasi sama sekali selama berada di angkasa.

Masalahnya, obat ini tentu memiliki efek samping meski tidak besar. Sebagian besar wanita juga memilih untuk tetap mengalami menstruasi setiap bulan untuk meyakinkan diri sendiri bahwa mereka “normal” dan “tidak hamil”.

“Ini benar-benar aman untuk menekan siklus menstruasi,” kata ginekolog dan profesor di King College London Varsha Jain. Pil ini memiliki efek samping mengakibatkan gumpalan darah di kaki dan paru-paru dan menjadi kekhawatiran tapi penelitian tidak menemukan perbedaan dalam risiko kesehatan bagi perempuan minum pil terus menerus dibandingkan dengan mengambil selama tiga minggu pada suatu waktu.

Sementara itu, sistem pembuangan limbah di Stasiun Luar Angkasa Internasional AS yang mendaur ulang air dari urin tidak dirancang untuk menangani darah haid, menurut Jain dan Wotring.

Dikatakan bahwa seorang wanita yang menghabiskan tiga tahun di ruang angkasa, misalnya untuk pergi ke Mars dan kembali, akan membutuhkan sekitar 1.100 pil, yang menambahkan beberapa berat untuk misi, tetapi lebih ringan daripada semua tampon mereka. Hingga saat ini, belum banyak diketahui aspek psikologi yang wanita yang bisa digunakan untuk mengatasi hal ini.(♛b3)

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s