Inilah Orang yang Dikalungi Ular Besar di Hari Kiamat

 

♛ barb3ta

Kisah mengenai orang yang dikalungi ular besar di hari kiamat pastilah dikarenakan orang tersebut telah melakukan perbuatan dosa selama hidupnya. Allah memiliki perintah yang harus dilakukan dan larangan yang harus dijauhi oleh umat-Nya. Allah akan memberikan balasan bagi setiap umat-Nya atas perbuatan yang ia lakukan, sekecil apapun perbuatan baik atau buruk maka tetap akan dihitung.

1

Hidup ini tak selamanya berjalan mulus seperti yang kita harapkan. Ada saja halangan dan rintangan yang akan datang silih berganti sebagai cobaan hidup. Salah satu cobaannya adalah kemiskinan. Setiap orang memiliki rezekinya masing-masing sesuai apa yang ditakdirkan oleh Allah.

Dia lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita. Meskipun, seseorang terlahir dalam kondisi miskin, hendaknya ia tetap bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah seberapapun itu.

Satu hal yang bisa kita jadikan sebagai motivasi adalah orang dengan harta sedikit maka hisab yang akan dijalani di hari akhir akan lebih singkat. Sedangkan, orang yang kaya akan dihisab dengan waktu yang lebih lama karena perlu dihitung terlebih dahulu tentang penggunaan harta selama hidupnya.

Bagi orang yang beriman, maka harta bukanlah suatu hal yang harus diutamakan. Mereka pastinya sadar bahwa tujuan hidup di dunia bukanlah mengumpulkan uang, melainkan untuk beribadah pada Allah. Bahkan mereka lebih senang dengan kesederhanaan karena takut jika memiliki harta lebih maka mereka mudah terjerumus dalam jebakan setan, seperti tidak mengindahkan kewajiban membayar zakat fitrah.

Sebagian besar manusia zaman sekarang akan lebih banyak mengeluh dan menyalahkan Allah karena kemiskinan yang menimpa dirinya. Mereka lupa untuk bersyukur atas rezeki yang diberikan oleh Allah karena sebenarnya rezeki tidak hanya berupa uang tetapi bisa berupa kesehatan, kebahagiaan dan nikmat lainnya. Oleh karena itu, mereka berputus asa sehingga tidak bekeja, melainkan hanya meminta-minta. Bahkan terdapat beberapa orang miskin yang melakukan tindakan kriminal, seperti perampokan dengan alasan ekonomi.

Sedangkan, untuk orang kaya mereka memiliki harta yang lebih. Namun, mereka tidak menggunakannya dengan benar, melainkan untuk berfoya-foya dalam membeli pakaian, minuman, makanan, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Bahkan terdapat sebagian dari mereka yang memanipulasi suatu hal dengan akal yang dimilikinya untuk kebutuhan pribadi.

Selain itu, terdapat sebagian dari orang kaya yang tidak memiliki keimanan yang kuat terhadap Allah sehingga mereka tidak memahami kewajiban sebagai hamba Allah. Selagi diberikan harta yang lebih, seharusnya kita bisa menggunakannya sesuai jalan Allah. Setiap hamba memiliki kewajiban untuk berzakat, tapi jika mereka tidak mengetahuinya maka kewajiban itu tidak akan dilaksanakan, terlebih untuk ibadah sunnah seperti sedekah, infaq atau lainnya.

Mungkin selama hidupnya, Allah tidak memberikan teguran bagi hamba-Nya yang tidak melaksanakan perintah Allah ini. Tapi, yakinlah bahwa Allah pasti akan memberikan balasan yang lebih pedih pada orang seperti ini.

Sebuah hadits menjelaskan bahwa jika seseorang diberikan kekayaan oleh Allah tapi tidak melaksanakan zakat, maka di akhirat nanti, semua harta tersebut akan berubah menjadi ular yang besar dan Allah akan mengalungkan ular tersebut di leher orang itu. Bahkan, ular itu juga mematuk rahang pemiliknya, dan mengatakan jika ia adalah hartanya dulu. Hal ini dikarenakan hukum zakat fitrah bagi umat muslim adalah wajib sehingga harus dilakukan, terlebih dengan harta melimpah.

Ternyata, Inilah Bahan Bakar Neraka

Neraka menjadi tempat pembalasan atas keburukan yang dilakukan semasa hidup. Tiada lagi ampunan di sini, penghuninya hanya berteman panasnya api yang begitu dasyat dan sangat menyakitkan.

Bahkan Rasulullah SAW mengatakan, panasnya api di dunia ini, hanyalah sepertujuh puluh dari panasnya api neraka di akhirat kelak. Jika sebagian kecil saja jatuh ke bumi, maka akan sanggup mendidihkan lautan.

2 ternyata-inilah-bahan-bakar-api-neraka-mv16.jpg

Jika demikian panasnya, diantara kita mungkin akan bertanya, apa bakan bakar yang Allah gunakan untuk menyalakannya? Ternyata ini bukan rahasia, Allah SWT sudah mengabarkannya melalui Alquran, berikut ringkasannya.

Neraka merupakan tempat pembalasan di akhirat kelak yang berisikan manusia-manusia pembangkang dan sombong yang dalam hatinya enggan menerima kebenaran, dan otaknya dipenuhi makar untuk menolak kebaikan, meski kebaikan itu nyata, bahkan lebih besar dari gajah yang paling besar sekalipun. Ternyata manusia pembangkang inilah yang kelak akan menjadi bahan bakar neraka bersama dengan batu-batu.

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Q.S. At-Tahrim : 6)

Dan Allah SWT lebih perjelas lagi, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka.” (Q.S. Ali ‘Imran: 10)

Tidak ada satupun orang yang bisa menghindari siksaan ini apabila selama di dunia mereka hanya mengerjakan maksiat dan dosa. Bahkan Allah SWT juga menimpakan siksaan kepada kaum Nabi Luth, umat Nabi Shaleh, pembangkang di zaman Nabi Hud. Hal tersebut menjadi bukti bahwa Allah tidak memilih-milih siapa yang akan mendapatkan siksaan saat di akhirat kelak.

Di tempat terburuk yang dipenuhi dengan siksaan dan nestpa ini, para penghuninya akan diberi minuman dari nanah yang mendidih, darah yang dimasak, dan makanan dari pohon zaqqum yang saat dimakan dapat merusak pencernaan dan tubuh seseorang.

Itulah balasan bagi orang-orang yang hatinya sudah membatu, kafir, musyrik dan munafik. Hati mereka tidak kuasa untuk menerima kebenaran yang telah diturunkan oleh Allah SWT. Hati yang disebut oleh al-Qur’an, “Sama saja; diingatkan atau tidak; mereka akan tetap ingkar terhadap perintah Allah Ta’ala dan sunnah Rasulullah SAW.”

Di Akhirat, Orang Ini Penuhi Perutnya dengan Nyala Api Neraka

Neraka menjadi tempat pembalasan bagi manusia yang melakukan keburukan semasa hidup. Ada bermacam-macam hukuman yang akan diterima sesuai dengan dosa-dosa yang dilakukan saat di dunia.

Mulai dari siksaan yang paling ringan, sampai yang paling berat akan dirasakan di sini. Di dalam neraka juga akan ditemukan golongan yang dihukum dengan  menelan nyala api neraka berulang-ulang ke dalam perutnya.

3 di-akhirat-orang-ini-penuhi-perutnya-dengan-nyala-api-neraka-mv13.jpg

Perbuatan mereka di dunia memang tergolong dzalim. Sehingga Allah begitu murka dan memberikan siksaan pedih saat di neraka. Siapa golongan ini, dan apa dosa yang sudah mereka lakukan selama di dunia? Berikut ringkasannya.

Ternyata golongan yang menelan nyala api neraka ke dalam perutnya adalah mereka yang memakan harta anak yatim. Hal ini diterangkan oleh Allah SWT di dalam Alquran secara langsung. Sehingga apa yang dkabarkan Allah melalui kitabnya, akan nyata diterima di akhirat kelak.

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dhalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka),” (QS. An-Nisa: 10).

As-Sudi rahimahullah berkata: orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim pada hari kiamat akan digiring dengan nyala api keluar dari mulutnya, telinganya, hidungnya dan matanya. Semua orang yang melihatnya akan mengenalnya bahwa dia adalah pemakan harta anak yatim. (Al Kabair, hal 65, karya Imam Adz-Dzahabi rahimahullah).

Menurut Nabi Muhammad SAW, dzalim terhadap anak yatim, termasuk memakan harta mereka adalah termasuk dalam dosa-dosa besar. Padahal atas kondisi yang mereka alami, para anak yatim ini tidak berdaya dan seharusnya dilindungi.

Dari Mujahid dari Ibnu Abbas RA bahwasanya dia berkata, “Ada enam perbuatan buruk yang tidak ada taubatnya yaitu memakan harta anak yatim, menuduh zina orang yang menjaga dirinya, lari dari barisan (dalam perang pada jalan Allah), sihir, menyekutukan Allah dan membunuh salah seorang dari para nabi.”

Nabi Muhammad SAW memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada anak yatim. Tidak hanya sekedar melapaskan lapar dan dahaga mereka saja, lebih dari itu, kita juga dianjurkan untuk memberikan ketentraman hati mereka, mendamaikan perasaannya dan perbuatan lain yang bisa menguatkan batinnya.

Balasan bagi manusia yang berbuat baik kepada anak Yatim adalah kedudukan yang dekat dengan Rasulullah pada hari kiamat nanti. Tiada kebahagiaan yang bisa mengimbangi balasan tersebut.

Aku dan orang yang mengurus anak yatim di surga bagaikan ini (beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya lalu merenggangkannya).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Semoga kita termasuk golongan yang tidak menerima siksa ini. Namun masuk dalam golongan yang berkedudukan dekat dengan Rasulullah SAW. Aamiiin

Inilah Empat Cara Menyelamatkan Diri Dari Neraka

Surga dan neraka merupakan tujuan akhir bagi umat manusia yang telah menjalani kehidupan di muka bumi. Jika surga diperuntukkan bagi umat manusia yang selama hidupnya mematuhi segala perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya, maka neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang mengkufuri-Nya, membantah syariat-Nya dan mendustakan Rasul-Nya.

4 inilah-cara-menyelamatkan-diri-dari-siksa-api-neraka-mv18.jpg

Selain itu, neraka juga digambarkan sebagai tempat yang penuh dengan siksaan dan azab yang sangat pedih. Sehingga tidak ada satu manusiapun yang menginginkan dirinya masuk ke dalam neraka. Namun, tabiat manusia yang sering berbuat salah menjadikannya lebih rentan masuk neraka apabila tidak benar-benar bertaubat sebelum ajal menjemput. Terlebih lagi bila ia suka berbuat keburukan semasa hidupnya. Maka neraka menjadi tempat yang kekal untuknya.

Akan tetapi ternyata setidaknya ada 4 cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri dari neraka. Bahkan ada cukup banyak hadist yang menerangkan secara rinci amal perbuatan yang dapat menyelamatkan kita dari api neraka. Lalu apa sajakah ke-empat cara tersebut ? berikut ulasan selengkapnya.

  1. Kecintaan kepada Allah SWT

Cara pertama yang dapat menyelamatkan diri dari ner aka adalah dengan rasa cinta kepada Allah SWT. Seseorang yang didalam dirinya dan hatinya memiliki kecintaan kepada Allah Ta’ala akan selalu memperhatikan segala sikap dan perbuatan yang dilakukannya. Sehingga apabila sekiranya ia berbuat kesalahan, maka ia akan bersegera meminta ampunan kepada Sang Maha Pencipta.

Selain dapat menyelamatkan diri dari api neraka, kecintaan kepada Allah juga memiliki banyak keutamaan. Sebagaimana disebutkan bahwa apabila seorang mendekati Allah maka Allah pun akan mendekatinya bahkan lebih dekat lagi. Begitu pula halnya dengan seseorang yang mencintai Allah, maka Allah pun akan mencintainya.

Bahkan di dalam buku al-Hakim, al-Mustadrak dan dalam buku Ahmad, al-Musnad, disebutkan ada sebuah hadist dari Anas ibn Malik yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, sesungguhnya Ia tidak akan pernah melemparkan orang yang dicintai-Nya ke dalam neraka.” (Hadits sahih. Lihat Shahih al-Jami’; VI, hal. 104)

  1. Berpuasa

Cara kedua yang dapat menyelamatkan diri dari api neraka adalah dengan berpuasa. Dalam sebuah riwayat dari Ahmad dalam al-Musnad dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman, dan dengan sebuah sanad dari Jabir ibn Abdullah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Allah SWT berfirman bahwa puasa dapat menjadi perisai bagi seseorang untuk melindungi dirinya dari api neraka.” (Shahih al-Jami’; IV, hal. 114)

Selain itu dalam sebuah hadist lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad juga disebutkan bahwa puasa merupakan perisai terhadap hukuman Allah SWT. Dan apabila puasa dilaksanakan ketika sedang berjihad terhadap musuh Allah, maka hal tersebut merupakan suatu kemenangan besar.

Bahkan dalam hadist juga disebutkan bahwa dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah SAW bersabda, “ Barangsiapa yang berpuasa satu hari dalam keadaan berjihad demi Allah SWT, maka Allah akan menjauhkannya dari api neraka sejarak tujuh puluh tahun.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi)

  1. Rasa takut kepada Allah SWT

Cara ketiga untuk menyelamatkan diri dari neraka adalah dengan rasa takut kepada Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 46 bahwa, “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga

Bahkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan an-Nasa’i dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak seorang pun yang menangis kepada Allah SWT karena takut masuk neraka, kecuali kalau air susu kembali masuk ke dalam payudara.

  1. Berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari neraka

Cara terakhir yang dapat menyelamatkan diri dari neraka adalah dengan berdoa memohon perlindungan kepada Allah dari neraka. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, Ibn Majah, Ibn Hibban dan al-Hakim dari Anas bahwa Rasulullah SAW bersabda,

Tidak ada yang memohon surga kepada Allah sebanyak tiga kali melainkan surga akan berkata, “Ya Allah, masukkanlah dia kedalam surga.” Dan tidak pula ada seorang muslim yang meminta perlindungan kepada Allah dari neraka sebanyak tiga kali melainkan neraka akan berkata, “Ya Allah, selamatkanlah di dariku.

Kemudian dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang perbincangan antara Allah SWT dengan para malaikat tentang orang-orang yang meminta perlindungan dari neraka. Dimana Allah bertanya apakah mereka pernah melihat neraka, dan para malaikat menjawab belum pernah, dan sekiranya mereka melihatnya maka mereka akan lebih takut dan ingin lari darinya. Sehingga oleh sebab itu Allah SWT berfirman bahwa. “Bersaksilah bahwa aku telah memaafkan mereka(♛b3)

Waallohu ‘alam bisshawab

| Kendy F
Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s