Ini Sebab Orang Bisa Ingin ‘Menggigit’ Pipi dan Paha Bayi yang Menggemaskan

Ini Sebab Orang Bisa Ingin 'Menggigit' Pipi dan Paha Bayi yang Menggemaskan.jpg

♛ barb3ta

Saat melihat seorang bayi yang lucu ditambah tubuhnya yang gemuk, pernahkah Anda merasa gemas sampai seperti ingin ‘menggigit’ dan ‘memakan’ kaki si bayi? Jika ya, tak perlu khawatir karena perasaan seperti itu memang bisa dialami seseorang.

Studi terbaru dari University of Montreal menemukan bahwa aroma bayi bisa memicu respons fisiologis pada ibu sama dengan saat orang yang sedang lapar disajikan makanan yang menarik bagi mereka. Dalam laporannya, peneliti menyebutkan keinginan untuk ‘menggigit’ bayi merupakan bagian dari mekanisme evolusi.

Dikutip dari Daily Mail, pada dasarnya keinginan seseorang terutama ibu untuk mencubit pipi bayi yang gembil sama dengan ketika seseorang menangis bahagia. Dalam artian, ia mengeluarkan emosi yang berlawanan untuk membantu menyeimbangkan emosi mereka.

“Bayi-bayi kecil memang dirancang agar orang lain jatuh cinta pada mereka dengan berbagai daya tariknya. Namun, pada dasarnya, kita hanya ingin menjaga mereka dan membantunya untuk bisa bertahan hidup dan berkembang. Sehingga, jika timbul rasa ingin menggigit dan ‘memakan’ bayi, itu alami,” tulis peneliti dalam laporannya.

Sementara, psikolog klinis Kirstin Bouse menuturkan alasan mengapa seseorang amat terpikat dengan aroma bayi yakni karena adanya ikatan kuat yang membuat mereka ingin mengasuh si bayi. Sehingga, rasa ingin ‘memakan’ bayi ini lumrah dimiliki para ibu.

Selain itu, Bouse mengatakan bahwa sejatinya keinginan untuk ‘memakan’ anak adalah dorongan yang alami dalam diri seseorang yakni untuk makan demi mempertahankan hidup. Psikolog Janine Clarke juga setuju jika perasaan ingin ‘memakan’ bayi sebenarnya adalah respons adaptif untuk mengurus dan mengasuh anak.

“Meski agak aneh jika kita ingin ‘memakan’ anak kita untuk melindungi mereka seperti yang dilakukan hewan seperti kucing atau singa. Tapi setidaknya, perasaan itu muncul karena pada dasarnya orang tua ingin melindungi anak-anaknya,” kata Clarke.

Pada tahun 2013, penelitian di Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa aroma bayi bersifat adiktif. Penelitian tersebut menunjukkan ketika wanita mencium bayi berusia dua hari, pusat reward di otak menyala seperti saat mereka diberi zat bersifat adiktif lain, seperti obat-obatan atau alkohol. (♛b3)

 

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s