Perubahan Iklim Pengaruhi Kesehatan Jantung, Paru-paru Hingga Otak

Perubahan Iklim Pengaruhi Kesehatan Jantung, Paru-paru Hingga Otak

♛ barb3ta

Perubahan iklim tak hanya berpengaruh terhadap kondisi cuaca dan ekosistem alam. Studi terbaru dari Amerika menyebut perubahan iklim juga memengaruhi kesehatan.

Surgeon General Amerika Serikat, Vivek Murthy, menjelaskan bahwa perubahan iklim menyebabkan cuaca ekstrem seperti badai, angin topan dan banjir lebih sering terjadi. Hal ini tentunya memicu masalah kesehatan, terutama yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan dan cuaca.

“Saya kira kita tak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya. Penanganan perubahan iklim tak bisa dilakukan dengan satu cara dan harus dilakukan bersama-sama,” tutur Murthy, dikutip dari Reuters, Selasa (5/4/2016).

Dalam studi terbaru oleh Departemen Kesehatan Amerika Serikat bekerja sama dengan badan kesehatan lainnya, ditemukan bahwa efek perubahan iklim sangat besar. Yang paling umum adalah meningkatnya kematian akibat serangan gelombang panas (heat wave).

Gelombang panas ditengarai membunuh 670 hingga 1.300 orang setiap tahunnya. Diprediksi pada tahun 2.100, lebih dari 27.000 orang mati tiap tahunnya karena gelombang panas.

Efek lain gelombang panas juga diketahui dapat menyebabkan kualitas udara yang buruk. Akibatnya, risiko asma dan gangguan pernapasan lainnya juga meningkat. Belum lagi kemungkinan terjadinya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga tuberkulosis yang diprediksi memburuk pada tahun 2030.

Semakin seringnya gelombang panas, angin topan, badai dan banjir yang muncul juga meningkatkan risiko post-traumatic stress disorder (PTSD) pada masyarakat. Masyarakat korban bencana alam lebih mudah mengalami depresi dan gangguan kecemasan dan meningkatkan persentase pengidap gangguan kejiwaan.

Belum lagi meningkatnya kasus-kasus penyakit infeksi akibat nyamuk dan kutu. Nyamuk dan kutu mengalami perubahan (mutasi) yang membuat mereka lebih tahan panas dan lebih ganas menularkan penyakit.

Ancaman-ancaman tersebut dikatakan peneliti bisa memukul mundur kondisi kesehatan global menjadi seperti 50 tahun yang lalu.

“Ahli kesehatan telah bekerja melindungi masyarakat terhadap ancaman seperti tembakau, HIV/AIDS, serta polio, dan sering menghadapi ada kepentingan kuat yang mengakar di dalamnya. Demikian juga dengan hal ini, harus ada pemimpin yang tanggap terhadap perubahan iklim,” kata ilmuwan di laporannya dalam jurnal bergengsi The Lancet. (♛b3)

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s