Pertama Kalinya, Dokter Ini Ajari Bedah Kanker Pakai VR

Pertama Kalinya, Dokter Ini Ajari Bedah Kanker Pakai VR

♛ barb3ta

London, Operasi dengan memanfaatkan virtual reality (VR) sudah pernah dilakukan sebelumnya. Tetapi mungkin untuk pasien penyakit kanker, baru kali ini diselenggarakan.

Beberapa waktu ke depan, seorang pasien kanker asal Inggris akan jadi orang pertama di dunia yang menjalani operasi kanker dengan teknologi virtual reality (VR).

Itu artinya, keseluruhan proses operasi dapat ditonton secara langsung dengan menggunakan headset virtual reality sehingga penonton seolah-olah berada di ruang yang sama dengan tim dokter yang menangani pasien tersebut.

Pasien hanya diketahui berusia 78 tahun dan diketahui memiliki jaringan kanker di hati dan ususnya. Ia juga tidak keberatan bila operasinya akan ditonton ribuan orang di hampir 100 negara di dunia, bahkan ia merasa gembira karena bisa ikut membantu memperkenalkan terobosan ini.

Rencananya, prosedur ini akan digelar di The Royal London Hospital, 14 April mendatang dan diperkirakan berlangsung selama 2-3 jam. Nantinya, sejumlah kamera khusus akan dipasang di atas meja operasi untuk merekam jalannya operasi.

Namun, proses streaming tidak dilakukan secara langsung (live) melainkan jeda satu menit setelah tindakan. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan.

Pertama Kalinya, Dokter Ini Ajari Bedah Kanker Pakai VR2

Prosedur ini akan dipimpin oleh Shafi Ahmed. Di tahun 2014, ia juga menjadi dokter bedah pertama yang menjalankan prosedur operasi dengan memakai Google Glass dan Ahmed punya pengalaman menggunakan teknologi lain seperti kamera 360 derajat.

Pria yang berpraktik di St Bartholomew’s Hospital itu sepakat jika operasi dengan teknologi VR ini akan memberikan inovasi baru pada dunia pendidikan medis.

“Biasanya dokter yang masih residen harus berjuang untuk berebut melihat operasi dari jarak dekat, atau bahkan kadang tidak bisa sama sekali karena dikhawatirkan mengganggu jalannya operasi, tapi dengan begini mereka lebih bisa memahaminya,” katanya seperti dilaporkan Telegraph.

Tak hanya itu, Ahmed juga memperkenankan para penonton yang rata-rata adalah mahasiswa kedokteran untuk menanyakan sesuatu dan menjawabnya secara langsung saat tindakan dilakukan.

“Kelak kami ingin ada komponen tambahan yang memungkinkan penonton tak hanya melihat tetapi juga merasakan sendiri prosesnya. Misal dengan menambah sarung tangan atau teknologi interaktif lainnya,” harapnya. (♛b3)

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s