ASI Jadi Kemerahan karena Konsumsi Saus Tomat Berlebihan? Ini Kata Dokter

ASI Jadi Kemerahan karena Konsumsi Saus Tomat Berlebihan Ini Kata Dokter

♛ barb3ta

Baru-baru ini, beredar sebuah foto di jejaring sosial Facebook di mana Air Susu Ibu (ASI) perah mengalami perubahan warna menjadi agak kemerahan. Disebutkan, perubahan warna tersebut berkaitan dengan konsumsi saus tomat yang berlebihan.

Menanggapi hal ini, dr Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo mengatakan warna ASI memang bisa sedikit terpengaruh dari apa yang ibu makan, tapi hanya sedikit. Misalnya saja ASI bersemu kehijauan warnanya jika ibu mengkonsumsi banyak sekalo klorofil yang terkandung pada sayuran hijau.

“Ingat ya, harus banyak banget makannya. Atau makan banyak banget makanan yang mengandung beta karoten seperti wortel atau pepaya, ASI bisa bersemu keoranyean. Kalau saos tomat sih enggak ya,” tegas dr Meta.

Ia menambahkan, pewarna pada makanan bisa keluar melalui ASI tapijumlahnya amat sedikit dan makanan tersebut harus dikonsumsi ibu dalam jumlah banyak. Misalnya saja klorofil atau beta karoten itu tadi. Namun pada umumnya, menurut dr Meta makanan dengan pewarna biasa akan dicerna di usus halus sehingga tidak bisa keluar di ASI.

ASI Jadi Kemerahan karena Konsumsi Saus Tomat Berlebihan Ini Kata Dokter2

Lalu apa penyebab ASI bisa berwarna kemerahan? Dikatakan konselor Laktasi di SELASI, dr Sylvia Haryeny, IBCLC ASI berwarna kemerahan bisa terjadi merah bisa terjadi karena pengendapan keping darah. Keping darah ini bisa terjadi akibat puting luka atau retak, adanya milk blister pada puting, atau pembengkakan jaringan vaskular payudara (Rusty Pipe Synd) yang disebabkan oleh perkembangan sel asinus payudara untuk menghasilkan ASI.

Kemudian, keping darah juga bisa muncul akibat cedera pembuluh kapiler payudara yang biasanya disebabkan proses pemerahan atau yang dikenal dengan pompa ASI, dan adanya intraductal papilloma, sejenis tumor pada payudara ibu. dr Sylvi menambahkan, pada umumnya ASI normal berwarna putih,

“ASI normal tingkat keencerannya juga berubah-ubah, tergantung kapan ASI tersebut dikeluarkan. ASI pada awal penyusuan biasanya terlihat lebih encer dibanding ASI yang keluar belakangan di akhir penyusuan yang tampak lebih kental. Hal ini disebabkan oleh jumlah kandungan zat gizi ASI. ASI awal lebih banyak mengandung protein dan air. Sedangkan, ASI akhir lebih banyak mengandung lemak,” Ujar dr Sylvia.

Kondisi ASI seperti ini dapat dikatakan dr Sylvia normal dan menurutnya, ibu yang menyusui tentunya harus mengetahui tentang kondisi ASI yang normal. (♛b3)

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s