5 Cara Didik Anak Supaya Tidak Boros

barb3ta

Anak adalah karunia yang sangat berharga bagi orang tua. Itulah mengapa sebagian orang tua rela mengorbankan apapun yang dimiliki demi kebahagiaan sang anak.

Namun seringkali hal ini justru berbalik menjadi petaka. Alih-alih hidup berkecukupan, sang anak malah tumbuh sebagai pribadi yang boros dan sulit untuk bersyukur.

 

5 Cara Didik Anak Supaya Tidak Boros

Lalu apa yang dapat orang tua lakukan agar sang anak dapat terhindar dari hal-hal tersebut. Penulis Kristen Welch punya beberapa tipsnya. Mengutip Business Insider, Rabu(24/2/2016) berikut ulasannya:

  1. Ajak mereka lakukan pekerjaan rumah

Banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan membuat banyak orang tua memilih untuk mempekerjakan pembantu rumah tangga untuk mengurus semua pekerjaan rumah.

Alhasil kegiatan seperti memasak, mencuci piring, menyapu hingga membereskan ruangan pun dengan mudah terselesaikan dengan bantuan pembantu rumah tangga.

Padahal, menyelesaikan kegiatan ini sendirian bisa berdampak baik bagi kemampuan sang anak. Mengajak mereka melakukan pekerjaan seperti ini sama saja akan mengajarkan mereka nilai tanggung jawab

  1. Ajarkan perbedaan ‘keinginan’ dan ‘kebutuhan’

Satu hal yang dapat Anda lakukan untuk menanamkan hal ini adalah dengan memberi uang pada anak setelah mereka selesai melakukan pekerjaan rumah.

Uang yang diberikan tersebut dapat mereka gunakan untuk membeli apa yang mereka inginkan.Orang tua dapat membantu menyediakan kebutuhan.

Kebutuhan yang dimaksud disini seperti alat perlengkapan sekolah, baju seragam, biaya les, dan lain sebagainya. Cobalah untuk jangan terlalu royal memberi barang-barang mewah seperti baju, sepatu dan gadget pada anak. Ajarkan nilai fungsi suatu barang yang dan bukan melulu soal keinginan.

  1. Tekankan pentingnya kerja keras

Menanamkan nilai-nilai perjuangan hidup sangat penting bagi perkembangan anak. Ada bermacam-macam nilai perjuangan hidup yang bisa ditanamkan orang tua terhadap anak sejak dini agar menjadi pribadi yang baik dan sukses di bidang apa pun yang diminati sang anak.

Kerja keras dan tanggung jawab merupakan sebagian kecil dari sederet nilai-nilai perjuangan hidup yang bisa diajarkan kepada anak. Nilai-nilai itu menjadi modal bagi anak untuk menuai kesuksesan dalam bidang yang mereka minati.

Mengajarkan hal ini bukan hanya dapat menanamkan arti penting dari bersyukur, namun nantinya mereka juga dapat membawa pelajaran tersebut untuk diterapkan ketika dewasa.

  1. Biarkan mereka hadapi persoalannya sendiri

Memiliki anak yang gigih dan pantang menyerah memang membanggakan. Beberapa anak seolah terlahir dengan kegigihan ini, tetapi ada pula anak yang terlalu mudah menyerah.

Agar anak tidak telanjur masuk dalam kategori anak yang mudah menyerah, maka sebagai orang tua Anda jangan terlalu buru-buru memberi bantuan. Ada hal-hal yang membutuhkan reaksi cepat untuk turun tangan membantu, ada pula hal yang sebetulnya bisa Anda biarka sehingga sang anak bisa mengatasi masalahnya sendiri.

Perhatikan apa yang dilakukan anak. Bila terlalu sulit, tentu saja anak tidak akan mampu. Alihkan pada kegiatan lain sambil memberi pengertian bahwa ia akan mampu melakukannya setelah lebih besar. Jangan sampai ia putus asa atau tidak percaya diri karena terlalu sering gagal.

  1. Ajarkan nilai syukur dan beri gambaran akan hidup

Ajak anak Anda untuk menonton program tentang kemanusiaan atau ajak mereka untuk berkenalan dengan anak lain yang memiliki latar belakang berbeda.

Menanamkan sikap bersyukur pada anak juga bisa dilakukan dengan menerapkan ajaran ‘dapat satu, berikan satu’. Misalkan ketika si anak mendapatkan boneka atau barang baru lainnya, maka ajarkan anak untuk melepaskan mainan lamanya untuk diberikan kepada orang lain.

Menyumbangkan barang kepada orang lain yang lebih membutuhkan adalah pola pengajaran terbaik untuk mengajarkan nilai penting dari bersyukur. (♛b3)

Pos ini dipublikasikan di Artikel dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s